Di Trailer kita melihat adegan awal Thomas Craven (Mel Gibson) sedang mencukur jenggot dan terdengar mesin penjawab telefon berdering dan muncul suara anaknya (Bojana Novakovic) dengan mengatakan,” Hi Dad…i’m gonna come home for few days, i love u…”. Namun faktanya dalam Film nya yang saya bela-belain nonton di XXI ini, ternyata hanya ada adegan cukur jenggot doang (itupun setelah anaknya mati) tanpa ada suara anaknya di mesin penjawab. Pada awal-awal film, Tom Craven langsung menjemput anaknya di stasiun kereta (mungkin juga bandara, saya lupa..hehehe). Saya berfikir apakah dari dari sononya sudah dipotong atau mungkin XXI yang mengurangi adegan tersebut. Maaf, belom bisa terjawab….!!! hehehe…
Film ini menceritakan tentang seorang Detektif tua (Mel Gibson) yang menelusuri penyebab kematian anaknya yang di tembak di depan rumahnya. Ternyata kematian anaknya ini disebabkan oleh conspirasi negara bagian, yang tidak ingin proyek pengembangan nuklir rahasia yang sedang berjalan itu di bongkar oleh anak nya Tom Craven ini, walau anaknya tersebut bekerja disana.
Scene by scene rasanya tidak ada yang membuat penonton menjadi terlalu antusias mengikuti alur cerita ini, karena pola cerita yang sangat sederhana dan unsur-unsur action yang sangat minim. Dan film ini gagal memancing adrenalin buat penonton. Dengan plot cerita yang biasa-biasa saja, dan sangat minim dengan adegan-adegan yang menegangkan, tentu saja penonton dibuat menghembuskan nafas turun dengan santai sambil menyeka muka dari kening sampai dagu dan terdiam sambil bertanya kapan akan berakhir film ini, karena muncul pemikiran tidak sabar untuk teh manis hangat yang menunggu untuk di minum di rumah. Dan dalam hati sambil berucap,” setidaknya kangen akan MG sudah terobati″.
Dan pemikiran untuk mengembalikan kepercayaan terhadap Martin Campbell yang merubah karakter James Bond menjadi acak-acakan dalam Casino Royal bbrp tahun lalu, ternyata memang tidak bisa ditolong lagi. Padahal MG terlihat mati-matian aktingnya dalam film Edge of Darkness ini, seperti ketika dia menerima kenyataan pahit akan kehilangan anaknya dan karakter ketika dia menelusuri siapa dalang dibalik drama pembunuhan tersebut. Bagi pecinta MG, jangan berharap film ini sebagus “Taken” nya Liam Neesson atau seperti film action Conspiracy Theory (1997), karena sangat jauh dari yang diharapkan. Tapi setidaknya, pemeran Lethal Weapon dan Braveheart (1995) ini selalu memberikan karakter yang terbaik bagi pecintanya. Bravo pour toi Gibson…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar